Showing posts with label PENCAK PUISI. Show all posts
Showing posts with label PENCAK PUISI. Show all posts

Thursday, May 23, 2013

PUISI : BERSAKSIKAN LANGIT

ku ukir namamu di awan gunung jerai...
disaksikan laut, daun nyiur melambai..
jauh pandangan permai, di situ tanjung dawai..
terkenang peristiwa cinta kita terurai...
oh indahnya peristiwa..
cinta kita di pantai merdeka....

- Cinta Pantai Merdeka - Tropika
--------------------------------------------------------


kehidupan berlandaskan rentak melodi irama menggamit kehebatan hakiki insani..
walang hati tersentuh pada kalimat kata yang terurai di layar mimpi...
bayang hitam tercipta saat pejalnya struktur di limpahi cahaya...
biar seribu tahun ia tetap akan ada...

selagi mentari ada...
selagi bulan menjelma..
selagi nafas berhembus...
selagi nyawa tetap situ...

bersaksikan langit...
ku pacakkan senda tawa...
ku benamkan sendu melata..
agar di penghujungnya...
kebahagiaan sentiasa ada...

----------------------------------------------------------

kau umpama bidadari...
suci bagai embun pagi..
tapi aku belum pasti...
apakah cinta mu itu suci...

kau hadir membawa erti..
warna-warni di kala sepi...
bagaikan dian yang menyinari..
bersama cintamu abadi....

- bidadari - lela

Sunday, November 25, 2012

Di Sebalik Relung Hati

rindu yang berbisik
dalam jantung hati yang berdetik
ku atur jemari ketik demi ketik
menyusun aksara berakhir titik.

demi cinta
kurnia dari Yang Esa.
terimalah detak hatiku menyebut satu nama
pada dia yang aku cinta.

kala siang berganti malam
kala bulan di pagar bintang
rahsia hati yang gilang gemilang
untuk dia yang aku sayang.

perisai cinta
mampu menangkis duka dan lara.
biar mergastua
berdendang riang di angkasa raya!


Thursday, September 27, 2012

Bunga-Bunga Rindu

Kala malam melebarkan sayapnya..
Bintang cemerlang menghias angkasa...
Bulan purnama indah benderangnya..
Cinta terukir di tabir rasa...

Membidik rindu di balik awan..
Mengintai kasih di kejauhan...
Saatnya cinta bersemi tanpa pamitan...
Wadah qalbu menghias perasaan...

Kita terlantar..
Di dunia fana tanpa sedar..
Mengenal hakikat diri yang terhampar...
Di puput masa yang menghindar...

Bunga-bunga rindu...
Yang bersemayam dalam hati yang sendu...
Mengirim bait-bait syair...
Buat tatapan yang terakhir...

Bisakah?
Rindu itu di peluk indah?

-Pendekar Berkuda-

P/s : terkadang bila kita rindu pada seseorang, kita mengharapkan dia akan merindui kita juga.

Terkadang bila rindu itu tidak terbalas, kita cenderung untuk memikirkan keburukannya...

Selagi ada nafas...apa salah jika kita pasrahkan segalanya pada Yang Maha Esa?


Friday, March 30, 2012

KAMU SUNGGUH MENGHARUKAN AKU. TERIMA KASIH YA. (^_^)

Ketika kamu meluah apa kamu rasa..
aku menatap patah demi patah...
pada setiap bait kata yang kamu susun menjadi madah...
membelai hatiku yang sedang resah...
Terima kasih ya wahai pemilik wajah indah.... (^_^)


Dalam lembut gemalainya patah kata...
aku terleka memahami makna...
ketika rindu bersenandung hiba...
membelai hatiku di perbatasan senja...


Aku sungguh terharu...
bukan kerana apa yang telah teraku...
tapi kerana indahnya rasa hatimu...
memuja aku meski aku bukanlah seperti itu....


Aku ini cuma insan biasa...
seorang lelaki yang berdosa berat...
pada tanggungjawab dan amanah yang sungguh berat...
menghimpit pundak bahu nan sekerat...
Mujur saja aku masih belum lagi jadi keparat...


Maka itulah...
setiap bait dan patah kata... 
yang kamu gubah menjadi madah jiwa...
mengharukan aku yang membaca...
menyusup ke dalam hati penuh makna...


Terima kasih wahai cinta...
andai sudah takdirnya Lillahi Ta'ala...
akan bertemu jua kita...
untuk menatap indahnya langit...
di suatu perbatasan senja... 


Terima kasih ya...atas segalanya.... (^_^)




Kerana kamu...diriku sungguh berharga...terima kasih sayang atas segalanya...

Friday, November 4, 2011

CINTAKU MILIKMU, TUBUHKU MILIKNYA.

Bismillahirrohmanirrohim...

Bukan sengaja ingin membikin tajuk seperti ini, namun apa yang pendekar ingin kongsikan adalah sesuatu yang semakin membarah di dalam masyarakat kita terutama sekali di dalam masyarakat Islam dan Melayu.

Mengambil situasi semasa sebagai petunjuk keadaan semasa, dapatlah disimpulkan kini bahawa perhubungan kini adalah sangat murah, murah sekali sehingga mampu di nilai hanya dengan wang ringgit sahaja. Bukankah itu mencerminkan kepada kita bahawa perhubungan itu sendiri bisa di ukur dengan kebendaan semata?  Alangkah murahnya maruah dan harga diri kita.


Di sebalik cerita "Cintaku Milikmu, Tubuhku Miliknya" adalah ulasan mengenai kejadian yang semakin banyak berlaku di dalam institusi kekeluargaan umat Islam. Kisah kecurangan sang isteri bersama lelaki lain yang memporak-perandakan institusi kekeluargaan yang ada di dalam masyarakat. Juga kisah lelaki bejat yang mengambil kesempatan di sebalik kekurangan yang ada pada diri perempuan.

Kebanyakan kisah kecurangan isteri ini berlaku kepada mereka-mereka yang bekerja. Yang memiliki masa yang lebih banyak bersama orang luar berbanding bersama keluarga mereka sendiri. Kebanyakan perkara ini berlaku ketika ruang lingkup pekerjaan membolehkan lelaki dan perempuan bergaul secara bebas. Di situlah titik mula proses kecurangan ini berlaku.

Suami orang dengan isteri orang, isteri orang dengan suami orang, anak dara dengan suami orang, duda, bujang, dan suami orang dengan isteri orang, anak dara orang mahupun mak-mak orang. Semuanya kini semakin banyak kelihatan akibat sikap kita yang memandang rendah kepada nasihat Baginda Rasulullah Sollalluhu'alaihiwasallam.

"Tidak boleh keluar rumah seseorang wanita itu kecuali di temani dengan mahram"

Berapa kerat wanita dan lelaki yang mengambil pengajaran ke atas ayat di atas ini? Berapa kerat ibu bapa yang mengambil berat akannya? Kita tidak mahu langsung mengikut segala apa yang telah diajarkan oleh baginda Rasulullah kepada kita tapi kita sibuk hendak membetulkan "bangunan yang senget."

Masalah utama kita untuk membanteras masalah sosial adalah WANITA atau PEREMPUAN atau GADIS atau segala yang berkaitan dengannya. Masalah utama kita adalah bagaimana untuk menyedarkan ibu-ibu dan bapa-bapa, para suami dan isteri tentang tanggungjawab sebenar mereka.Untuk menyelamatkan UMMAH, yang terlebih dahulu perlu diselamatkan adalah para wanita dan generasi muda.

Jika tidak, harapan untuk melihat sebuah masyarakat yang benar-benar generasi pemegang panji-panji Imam Mahdi hanyalah satu angan-angan kosong. Menyelamatkan generasi muda itu lebih daripada wajib untuk kita semua lakukan. Dan dalam semua itu, menyedarkan wanita Muslim mengenai peranan sebenar mereka adalah fardu kifayah buat sekalian pejuang-pejuang Islam. Tak usah dibiarkan mereka terkapai-kapai. Kelak, merekalah penyumbang terbesar kepada kemusnahan generasi muda yang seterusnya.

Berbalik kepada tajuk, selagi wanita memasuki pasaran pekerjaan, selagi itulah masalah-masalah sosial tidak akan mampu terbendung dengan sendirinya. Meski kita himpun sepuluh ribu juta makhluk di muka bumi ini, tidak akan mampu untuk membendung masalah ini. Kerana pengaruh pergaulan bebas adalah satu malapetaka terbesar buat umat Islam.

Tidak Percaya? Percayalah...

Salam Indah Hari Jumaat...Moga keberkatannya sentiasa bersama anda sekalian. Amin...

Aku lakarkan rasa hati..
di sini terus meladeni...
pinggir-pinggir pantai yang memutih...
menyaksikan desiran ombak yang menghempas...
kasar dan keras...
umpama tamparan dunia yang kejam lagi bengis..
menampar tanpa rasa simpati pada diri...
sehingga aku pingin untuk menangis...
menghitung dosa-dosa silam yang pernah tercipta...
lewat gugusan awan yang berarak hiba...


masihkah ada sinar ceria...
pada langit yang setiap hari menangis pilu?

.....

Sunday, October 30, 2011

PUISI : MEMELUK LANGIT

 MEMELUK LANGIT


Ketika rindu berbisik...
Pada ulas sapa bayu gemersik...
ku lihat ku renung...
awan nun jauh di persada langit...
melakar mencoret satu lukisan indah...
di dada langit ku amati mewah...

saat unggas berkicau riang...
ku depang tangan menghadap angkasa...
ku amati indahnya suasana...
lantas ku hirup udara dunia...
ku peluk erat dada langit ke dalam jiwa...

sayang...
ini bukan puisi cinta...
ini bukan puisi cinta...
ini cuma luahan rasa...
yang terlukis tika aku merasa...
tenangnya jiwa saat menghayati agungnya...
ciptaan Illah yang empunya....

Teman...
aku ingin ajak kamu bersama...
luangkanlah masa...
pandanglah langit sana...
ayuh kita sama-sama..
memeluk langit seerat-eratnya...

ayuh teman...
kita peluk langit selagi ada...
nafas bersisa di dalam dada...

dan aku pasti...
kamu akan tersenyum lagi...

(^_^)


Thursday, October 6, 2011

RINTIK-RINTIK GERIMIS


Rintik-rintik gerimis...
mendinginkan suatu malam...
ketika hati mengemis...
mengenang akan kisah silam..

Rintik-rintik gerimis...
membisik pada alam...
titis demi titis...
membisik rindu pada semalam...

Rintik-rintik gerimis...
andainya dapat diluahkan rasa...
pada bait-bait puitis...
buat sang kekasih nun jauh di sana...

damaikanlah tidurnya..
wahai malam tanpa cahaya...
karena aku meminta...
atas nama zat yang Maha Kuasa....

selamat tidur sayang...

~Pendekar Berkuda~

Friday, September 30, 2011

SEPI SEBUAH CINTA


Ketika dahulu...
kau bilang aku kau cinta...
kau bilang aku kau sayang...
kau bilang sampai bila-bila juga kamu tetap milikku...

Tapi sayang...
kini kau tinggalkan aku...
kau bencikan aku...
kau hinakan aku...
kau maki keji aku...
bagaikan aku adalah sehina-hina manusia di dunia...
bagaikan aku hanya bak debu-debu yang akan terbang hilang di bawa angin nan lalu...

Tahukah kamu sayang...
meski aku di tinggalkan...
meski aku di benci...
meski aku di hina...
meski aku di maki keji...
hati ini...perasaan ini...
tetap jua tidak mahu menerima....
akan segala perbuatan mu itu...
tetap ingin berdusta pada hakikat...
tetap ingin lagi berharap...
bahawa kamu akan kembali lagi...
untuk menemani aku mendepani hari...

Sayang...
andai langit itu bisa ku gapai...
andai bintang itu bisa ku petik...
andai bulan itu bisa ku tawan...
akan aku dedikasikan segalanya untukmu...
hanya kerana aku mahu kau tahu...
betapa berharganya diri mu padaku...

Terima kasih sayang...
kerana pernah membahagiakan hidupku...
meski aku tahu...
kau tidak mungkin lagi akan ada...
untuk menemani ku mendepani hari...

Biarlah aku begini...
dalam sepi sebuah cinta...

~PENDEKAR BERKUDA~

Friday, September 16, 2011

RINDU YANG BERTANDANG

RINDU YANG BERTANDANG
Saat ini..rindu itu...
bertandang lagi...
di lubuk hati...


menggamit kenangan lalu..
yang pernah tercipta...
lewat senyum manis...
ulas bibirnya yang mungil...
bagaikan sinar pelangi...
yang menghiasi tabir sanubari...


rindu ku...
bertandang lagi untuknya...
meski cuba untuk ku tepis...
rindu itu tetap jua menyuakan wajahnya...
dan aku pun tertewas...
pada rindu yang aku sendiri nafikan kewujudannya...


Rindu ini...
sungguh-sungguh menyiksa ku...
Ya Tuhan...
Berikanlah aku kekuatan...
Amin...

PENDEKAR BERKUDA 140787110985 2011

Thursday, September 15, 2011

PENCAK PUISI : ANTARA DUA DARJAT

Puisi ini telah lama dalam simpanan pendekar. Hanya salah satu daripada beratus-ratus puisi yang pernah pendekar cipta.

ANTARA DUA DARJAT

Hingar...
Hiruk pikuk...
Bising lagi pening...
Pekak lagi memekakkan..

Sebuah panorama kehidupan
di dalam sebuah kota metropolitan
mobil dan honda yang menjalar di jalan
bagaikan semut yang berjajaran..

Penghuni kota
hidupnya penuh limpahan harta
rezeki dari Yang Esa
melimpah ruah tidak terkira..

Tapi sayang,
betapa sedikit yang mensyukurinya
hidup penuh pura-pura
bagaikan dunia tiada akhirnya
bagaikan hidup selama-lamanya
lupa pada Sang Pencipta
lupa pada tanggungjawab di atas pundaknya...

Kerana dunia
Akhirat di lupa..
Harta di puja...
Iman pula entah di mana..

Antara dua darjat..
dunia dan akhirat...
apabila ajal sudah dekat
kau pasti sudah terlambat
untuk mendapat syafaat
bagi mati membilang saat...
di dunia kau punya darjat...
di akhirat kau dapat laknat...

Tiada lagi pintu taubat...
bila nafas dah pun tersekat..
roh sudahpun di angkat...
tinggallah jasad menanti akibat...

-Prince of Knight

Tuesday, July 26, 2011

LILITAN KUNING YANG MEREKA BILANG BERSIH ITU

Lilitan kuning itu...
umpama racun yang menyiksa ummah...

Lilitan kuning itu...
umpama wabak yang mula mewabah...

membelenggu...
menongkah pada arus...
menyembah syaitan...
gegak gempita suara dajjal...
bersorak riang sang iblis...
anak adam semakin sesat...

lilitan kuning itu...
puaka durjana menggempar alam...
takut aku...
lebih takut akan murkanya ILLAH...
menghancur bumi tiada belas...
kerana lilitan kuning itu...
Islam jadi permainan...
Akidah jadi persendaan...
Syaitan bergelak ketawa penuh keriangan...

Islam mula berdarah....
kafir bersorak megah...
segala dakyah-dakyah....
sudah berjaya di tanam indah...

dengan janji syurga dunia...
negara yang lebih adil lagi saksama...
yang bersifat fatamorgana...
sehingga mereka lupa...
di mana bumi di pijak...

Hanya DIA yang mampu menyelamatkan...
kisah Islam yang menjadi persendaan...

Bangkitlah para syabab!
Ayuh pertahankan ummah yang kau junjung atas jemala!
Ummah ini ummah Muhammad!
Bukan ummah sembarangan cuma!

Adakah kalian lebih suka mengikut kafir??
Dari berdiri suka duka bersama ummah Muhammad ini??

Maka jika itu jalan kalian...

Aku bilang...


CELAKA!


CELAKA!


CELAKA!


Dan CELAKALAH mereka yang mendustakan ayat-ayat ALLAH Ta'ala!!!!


Pendekar Berkuda
26 Julai 2011
Malaysia.

Wednesday, June 29, 2011

CAPEK



capek..
aku sangat capek..
penat lagi lelah...
tak bisa di ungkap...
pada patah bicara kata..


lesu...
bikin aku kelu..
kotak fikir terasa ngilu..
kiri kanan diam membisu..


capek..
sungguh aku sangat capek..
sehingga tiada erti..
untuk aku tulis lagi..


diam...

Monday, June 20, 2011

BERLAMA-LAMA


Dingin pagi...
Titis embun menyapu pipi...
Riuh unggas terbang tinggi...
Ke timur untuk mencari rezeki...

Tapi aku...
berlama-lama menghadap langit...
bersama mimpi indah yang cuba ku pamit...
buat hiasan tidur yang ralit...
aku terdiam di dalam perit...

Berlama-lama...
bikin apa bukan soalnya...
untuk apa tak perlu jua...
hanya mahu berlama-lama...
menikmati pesona alam raya...

Saat indah pagi hari... 
Kokokan ayam menggempar langit...
memanggil manusia untuk pamit...
bangkit untuk terus ke masjid...

Berlama-lama aku di sini...
embun sudah menghilang diri...
unggas sudah terbang pergi..
kokokan ayam sudah berhenti...
tetapi aku tetap di sini...
untuk terus berlama lagi...

Indah...
tiada kata yang mampu ku lafaz...
bait syair menjadi kalimat...
untuk ku susun menjadi kalimat...
supaya jiwa menjadi dekat....

Syukron...
JazakALLAHu khoirun...

Sunday, June 19, 2011

MALAM PUISI RIONG BH UTHM 2011

BATU PAHAT: Lebih 1,000 penonton menghadiri Malam Puisi Riong Berita Harian (BH) - Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) yang menggabungkan persembahan penyair dan selebriti terkenal tanah air.

TAGS : MALAM PUISI RIONG 2011 BERIRA HARIAN UTHM, MALAM PUISI RIONG, MALAM PUISI RIONG UTHM 2011

Malam deklamasi puisi bertemakan ‘Tsunami Kemanusiaan’ itu menampil beberapa penyair terkemuka seperti Penerima Anugerah Penulisan Asia Tenggara (SEA) 2005, Abdul Ghafar Ibrahim; Ketua 1 Persatuan Penulis Johor, Amiruddin Md Ali Hanafiah; Johan Deklamasi Puisi, Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia (GAPENA) Peringkat Kebangsaan 2010, Sarjan Yusof Ramji dan penglipur lara, Ali Badron Sabor.
Tirai pentas persembahan malam itu dibuka dengan persembahan gabungan deklamasi dan lakonan daripada Kumpulan Aktivis Pemuisi dan Dramatis (AKSI) UTHM bertajuk Alamat-Alamat Ke Rumah Duka.

Deklamasi puisi seterusnya dimulakan dengan persembahan oleh beberapa kakitangan akademik UTHM sebelum diikuti oleh penyair yang dijemput pihak penganjur.

Hadir sama, Naib Canselor UTHM, Prof Datuk Dr Mohd Noh Dalimin; Penasihat Media Menteri Penerangan, Komunikasi, dan Kebudayaan Malaysia, Datuk Ibrahim Yahya, dan Pengarang Eksekutif Rencana Berita Harian, Zainor Said yang masing-masing turut beraksi di pentas puisi.

Majlis diserikan persembahan artis Ana Raffali, Sohaimi Meor Hassan, Wan Hanafi Su dan Khir Rahman manakala pengacara TV9, Aziz Desa sebagai pengacara majlis. - BERITA HARIAN

Tuesday, June 7, 2011

PUISI INI AKU CIPTA BUAT MU WAHAI SANG PENYAIR SENJA

Salam Hati..


Di balik derasnya hujan malam...
Pada pekatnya langit...
Ku atur dan ku susun bait-bait syair..
Untuk menghargai akan hadirmu...

Aku pernah bilang dahulu..
Betapa kamu bisa pergi jauh...
Lewat indahnya puisi dan madah...
Yang tercipta lewat bahasa nan indah...

Salam hati...
Istilah yang ku ambil darimu...
Adalah tanda...
Betapa aku selalu ada untuk menghayatinya...
Betapa aku selalu ada untuk membacanya...
Meski aku sendiri selalu tewas..
Mencipta puisi yang selalu ku rindu...

Untuk kali ini..izinkan aku...
Mendoakan kamu beroleh jaya...
Mendoakan kamu bahagia...
Mendoakan kamu sejahtera...
Agar bisa...
Puisi-puisi itu berkumandang lagi....
Nun sayup di angkasa maya....

Aku akan sentiasa saja di sini...
Menjunjung indah puisi yang tercipta...

Ku cipta madah ini...
Pada kata yang tak bisa ku lafaz...
Pada makna tak bisa ku ungkap...
Untuk kamu yang teristimewa...
Sang Penyair yang sebenarnya....

Salam hati... (^_^)

Thursday, April 28, 2011

BERPAGI-PAGI

Bangkit tidur...
Pagi pagi...
kokokan ayam...
sahutan anjing...

Bajingan langsai...
dimamah usia...
Bangsat terhimpit...
Dimamah hina...

Pagi ini...
kukatakan dengan jijik...
betapa aku benci...
berpagi-pagi di hurung dusta...

selamat pagi yang hina...
kepada semua manusia melata...

Tuesday, April 26, 2011

PELANCARAN HARI GURU PERINGKAT KEBANGSAAN 16 MEI 2011

TEMA HARI GURU 2011 : GURU PENJANA TRANSFORMASI PENDIDIKAN NEGARA
PELANCARAN PERAYAAN HARI GURU PERINGKAT KEBANGSAAN 16 MEI 2011



Puisi Buat Guru..

Setitik keringat yang jatuh...
Umpama segenggam emas yang padu..
Menggambarkan sebuah harga ilmu...
Yang dicurahkan oleh sang guru...

Lembut dalam sikap...
Tegas dalam tindak...
Kasih dalam ajar...
Suka dalam tugas...

Oh Guru..
Tidak akan lahir seorang Perdana Menteri...
Tidak akan lahir seorang peguam ternama...
Tidak akan lahir seorang doktor terkenal...
Tidak akan lahir usahawan berjaya...
Dan tidak akan lahir tokoh terulung dunia...
Tanpa di awalnya...
Dia terdidik oleh kasih gurunya...

Guru itu...
Insan yang tersanjung...
Insan yang sungguh agung...
Insan yang penuh untuk...
Kerana dia umpama mentari...
Yang muncul menerangi gelapnya diri...
Mengajar erti sebuah jati diri...

Sedang Muhammad SAW itu guru...
Sedang Ulama itu guru...
Sedang Hakim itu guru...
Sedang Pensyarah itu guru...
Sedang cikgu sekolah itu guru...

Namun semuanya dibezakan pada gelar...
Gelar oleh jawatan indah...
Membezakan taraf sekalian mereka...
Walau pada asalnya...
Semuanya sama tiada beza satu apa...

SELAMAT HARI GURU KEPADA SEMUA....



nukilan jiwa : Pendekar Berkuda

Thursday, April 21, 2011

LEMAS

Lemas
aku lemas
pada hujung muara
sungai hidup yang menghilir paksa

tewas
aku tewas
pada singkat nya usia
menggunung derita

lelah
aku lelah
pada setiap tenaga
yang terpaksa ku curah

moga masih bisa
untuk aku melangkah
meski perit getir hidup
menghimpit pundak jemala

aku mahu kau tahu
meski dirimu jauh beribu batu
aku akan tetap setia di sini
menanti akan hadirnya kamu

hanya kapan
bisa ku peluk erat pelangi
yang bersemayam di tabir hati...


Prince Of Knight

Monday, March 7, 2011

PAGI YANG INDAH. (^_^)


Bangkit aku..
dari selimut malam yang memanasi tubuh...
dari senyuman rupawan manis tersimpuh...
 pada sekelumit rasa yang cuba untuk ku sentuh..
agar bisa aku bangkit dengan penuh rasa bahagia...

Pagi nan indah..
bersama kokokan jalak yang mula riuh...
bersama kicau buruh di pohon teduh...
ku lakarkan lewat heningnya subuh...
bangkit daku dari mimpi yang ke rempuh...

Pada selimut malam..
ku ucapkan selamat tinggal...
terima kasih kerana menemani...
aku lena dalam pelukan mimpi...
semalam yang indah ini....
ku titipkan lewat bayu pagi...
akan salam sebuah kisah yang terpateri...
dalam sebuah lembaran yang terlerai...

Selamat tinggal wahai selimut malam...
Selamat datang wahai sinar mentari...
mudah-mudahan hari ini...
menjanji bahagia yang ku cari...
bersama sang bidadari...

Amin...


PRINCE OF KNIGHT



Thursday, February 24, 2011

AKHIRNYA~! TERIMA KASIH WAHAI "DIA"

Assalamualaikum wahai anda..anda dan anda~! Ya~! Anda~! Bertemu lagi kita dengan kelajuan kaki kuda yang sebenarnya... Pendekar sarankan untuk anda menepuk kembali kehangatan dunia blogger~! Kerana dengan ini diumumkan secara rasminya bahawa...

PENDEKAR BERKUDA TELAH KEMBALI~!!!

Terimalah kepantasan edisi baru Pendekar Berkuda ini dengan seluas-luas fikiran hati anda~! Kerana anda pasti akan terus dan terus terpana akan kehebatan Seni Pendekar Berkuda yang akan mula mengepak sayap kudanya ke arena maya~!

Dan damailah dikau wahai permaisuri.. Kamu di sana pasti akan sentiasa di hati.. Percayalah~! Dan terima kasih kepada "dia" untuk segalanya.. Sungguh "dia" itu sangat istimewa.. Dan percayalah jika pendekar bisa memeluknya.. ingin pendekar dakap dia seerat-eratnya~! Terima kasih yang setulusnya dari jiwa pendekar buat anda wahai "dia"~!

Dan terimalah juga... Pencak Puisi ini pendekar cipta demi mengungkapkan rahsia hati yang tidak terhingga kepadnya... Terimalah ini wahai "dia"... ku ciptakan puisi ini buatmu yang tercipta...

Di Balik Pinggir Kali

Sebuah kisah penuh misteri..
Akan hilangnya sinar pelangi...
Yang pernah mekar dalam taman hati..
Oleh kerana hidup yang tak mampu ku hadapi...

Namun dia...
Datang bersama senyuman...
Menghadiahkan diri ketenangan...
Pada bibit-bibit senyum yang terhampar...
Menawarkan akan sebuah pertolongan...

Aku dan dia...
Terpisah oleh satu hijab...
Pada sekelumit rasa yang tak terungkap...
Namun datangnya dia penuh bahagia...
Membikin aku ingin bersorak gembira~!

Percayalah...
Budi ini tidak akan ku lupa...
Sehingga roh di hujung nyawa...
Kerana kamu tercipta...
Untuk aku yang memuja...
Tulusnya hati insan manusia....

Terima kasih wahai "dia"...
Moga kamu akan gembira lagi...
Menikmati akan indahnya seni...
Yang kucipta lewat ketik jari...
Buat jiwa-jiwa di alam ini...

Terima Kasih.....Untuk Segalanya....

Dariku,
Pendekar Berkuda...

Dan untuk anda sekalian... Sedialah untuk ku gempur arena maya ini sekali lagi...
Percayalah... Kamu pasti akan terpesona lagi...
Pada langkah kuda yang aku lakarkan... Pada bicara bisu yang aku terakan...

TERIMALAH~! KERANA SENI PENDEKAR BERKUDA TIADA DUA~!

COPYRIGHT & HAKCIPTA

Semua yang dimuatkan di dalam ini merupakan hasil nukilan tuan empunya blog.... selain yang dinyatakan sebaliknya..atau di "link" kan kepada yang berkaitan....

Hamba berikan anda kebebasan untuk menyalin atau memuat turun sebarang artikel..video dan sebagainya dari blog ini... kerana hamba hanya ingin berkongsi ilmu dengan anda sekalian... Kendatipun begitu..hamba harap anda sekalian dapat memberitahu hamba apa-apa bahan yang telah di salin atau dimuat turun supaya hamba tahu kegunaannya dan statusnya agar tidak disalahgunakan....

JazakALLAHu Khairun...

Pendekar Berkuda